iklan header

Macam Jenis Pompa Industri Beserta Kegunaannya

Di kehidupan setiap hari, pompa jadi alat yang kerap dipakai nyaris di semua sektor, misalnya: pertanian, industri, rumah tangga, dan yang lain.

Dalam industri sendiri, pompa jadi elemen yang penting pada proses berjalannya sebuah industri, misalkan untuk isi bak tempat penampungan, (reservoir), dan yang lain. Jenis - jenis Pompa di pabrik Industri memiliki banyak sekali model dan bentuk seperti motor elektrim dan jenis-jenis lainnya, bergantung manfaat dan keperluan di mesin produksi.


Sekarang ini, ada beberapa tipe pompa industri yang bisa diterapkan atau dipakai untuk beberapa arah. Untuk dapat pilih pompa yang pas, sangat penting untuk Anda untuk mengenal beberapa jenis pompa yang berada di pasaran sekarang ini.

Penyeleksian tipe pompa industri yang pas akan menolong dalam kurangi ongkos operasional dan ongkos perawatan, hingga nanti akan perpanjang umur pompa tersebut.

Secara umum, terdapat dua jenis pompa industri, yaitu pompa sentrifugal (centrifugal pump), pompa peralihan positif (positive displacement pump). Dalam masing-masing kelompok pompa itu, ada beberapa jenis pompa yang lain dibuat secara eksklusif untuk maksud pemakaian tertentu.


1. Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal atau centrifugal pump memakai beberapa impeller yang selalu berputar hingga hasilkan energi yang bakal menarik gerakkan cairan dalam aliran pipa. Pompa ini merupakan opsi terbaik untuk kondisi atau kebutuhan sebuah saluran yang deras dan tingkat viskositas rendah.

Kelebihan Pompa Sentrifugal

  1. Di dunia industri, pompa sentrifugal sebagai tipe pompa yang terbanyak dipakai. Ini dikarenakan oleh pompa tipe ini mempunyai beberapa keunggulan yakni:
  2. Harga barang dan biaya perawatan terjangkau.
  3. Mempunyai kekuatan untuk bekerja pada semua kondisi dan situasi seperti air berlumpur, air kotor, dan tanah yang lembab.
  4. Jika diperbandingkan dengan tipe pompa lain, jenis pompa sentrifugal memiliki volume hisapan cairan lebih besar.
  5. Pompa ini memiliki berat yang ringan dan ukuran yang kecil hingga proses instalasi jadi lebih gampang dan efektif.

Beberapa jenis Pompa Sentrifugal

Ada beberapa tipe pompa sentrifugal yang bekerja berdasar konsep yang serupa, tetapi dibuat khusus untuk maksud pemakaian tertentu, yakni:

  1. Pompa booster (Pompa ini dipakai untuk tingkatkan penekanan yang diperlukan untuk menyalurkan cairan dalam jarak jauh)
  2. Pompa end suction (Pompa ini mempunyai casing yang diperlengkapi dengan aliran penghisap pada satu segi dan aliran pengeluaran pada permukaan atasnya)
  3. Self-priming pump (Pompa ini tidak memerlukan mekanisme priming external)
  4. Submersible pump (Pompa ini dibuat khusus agar bekerja di dalam cairan. Pompa ini ada dalam beberapa ukuran dimulai dari large submersible pump sampai mini submersible pump untuk sesuaikan dengan keadaan.
  5. Pompa turbin vertikal (Pompa ini dipakai untuk menarik cairan ada jauh dalam tanah)
  6. Axial flow pump (Pompa ini memakai impeller yang bakal arahkan saluran secara axial hingga sanggup hasilkan saluran arus yang semakin tinggi diperbandingkan pompa sentrifugal yang arahkan saluran secara radial)


2. Pompa Perpindahan Positif (positive displacement pump)

Pompa perpindahan positif atau positive displacement pump tidak mempunyai impeller. Pompa ini memakai elemen yang selalu berputar untuk menggerakkan cairan dalam ruangan tertutup hingga hasilkan penekanan yang bakal menyalurkan cairan lewat mekanisme pendistribusian.

Pada umumnya, tipe pompa jenis ini terbagi menjadi 2 kategori, yakni rotary type dan reciprocating type.

Pompa Perpindahan Positif Type Rotary

Pompa type ini memakai proses rotary yang bakal memunculkan dampak vakum untuk mengalihkan fluida dari segi inlet dan mengalihkannya ke segi toko. Pompa perpindahan positif type rotary masih terbagi-bagi kembali jadi beberapa macam pompa yakni:

1. Pompa Roda Gigi (Gear Pump)
Pompa roda gigi terdiri ata dua type yakni type intern dan external. Pada type intern, ada dua roda gigi sebagai pendorong fluida, di mana salah satunya roda gigi berperan sebagai pendorong yang ada di dalam roda gigi yang lain digerakkan. Jenis ini ada bermacam-macam salah satunya ada gear box worm gear dan lain sebagainya.

Pada type external, ke-2 roda gigi ada pada status sejajar. Program atau arah pemakain terbaik untuk pompa roda gigi ialah pemrosesan cairan bersih, karena jumlah elemen bergerak yang termasuk sedikit dan konstruksinya yang simpel.


2. Pompa Ulir (Screw Pump)
Pompa ulir sebagai pompa yang memakai satu ata lebih ulir untuk mengalihkan cairan atau materi padat sejauh axis ulir itu. Pada umumnya, pompa ulir dipakai untuk tangani cairan dengan viskositas tinggi, heterogen, peka pada sinar, dan cairan yang gampang berbuih.

Pompa ulir biasanya dipakai dalam mekanisme hidrolik, mekanisme lubrikasi, aliran pipa minyak yang berat, dan multi-phase pumping

3. Progressive Cavity Pump
Progressive cavity pump memakai sebuah rotor yang berupa spiral dalam karet stator. Pompa ini bisa dipakai untuk tangani semua tipe cairan/fluida, dimulai dari fluida encer sampai fluida dengan tingkat viskositas tinggi. 

Pompa ini kerap dikatakan sebagai "last resor pump" atau alternatif pompa paling akhir karena kekuatannya dalam tangani keadaan cairan yang berat dan tidak dapat ditangani oleh pompa tipe lain.

4. Rotary Lobe Pump
Pompa tipe ini mempunyai keserupaan dengan pompa roda gigi dengan ketidaksamaan pada rotor yang seperti cuping (lobe). Pompa ini sebagai opsi terbaik untuk maksud pemakaian kebersihan dengan kekuatan untuk mempompa cairan kental dan simak.

5. Rotary Piston Pump
Rotary piston pump sebagai peningkatan dari rotary lobe pump dengan volume rongga pompa yang lebih luas.


Pompa Perpindahan Positif Type Reciprocating

Pompa perpindahan positif type reciprocating memakai piston yang bergerak mundur-maju dan arahkan saluran fluida ke satu arah saja. Hasil pergerakan mundur-maju ini membuat saluran fluida yang konstan.Pompa perpindahan positif type reciprocating masih terdiri kembali jadi beberapa macam pompa yakni:


1. Pompa Piston
Pompa ini memakai piston untuk gerakkan fluida. Makin banyak jumlah piston yang dipakai, maka semakin konstan saluran fluida. Pompa piston sebagai opsi terbaik untuk tangani cairan yang memiliki sifat abrasive.

2. Pompa Diafragma
Pompa diafragma atau yang kerap dinamai pompa membrane memakai diafragma yang lentur untuk mengalihkan cairan masuk keluar dari ruangan pompa. Pompa diafragma dikatakan sebagai salah satunya pompa yang paling serbaguna karena sanggup tangani beberapa tipe cairan dan bisa bekerja pada keadaan kering tanpa menghancurkan pompa tersebut.

3. Plunger Pump
Plunger pump benar-benar serupa dengan pompa piston, tetapi pompa tipe ini tidak memakai piston untuk menggerakkan fluida dan membuat penekanan.

4. Swashplate Pump
Pompa ini sebagai peningkatan dari pompa piston. Pada pompa ini, beberapa piston diatur secara sejajar dengan salah satunya ujung tersambung dengan plate tegak, dan ujung lain tersambung dengan plate miring. Besar pojok kemiringan dari plate bisa disamakan untuk mengendalikan kecil besarnya debet fluida dari pompa itu.

5. Bellow Pump
Bellow pump memakai elemen bellow (sebuah tempat yang bisa dimampatkan dan diperlengkapi dengan mulut pipa pengeluaran.

6. Triplex Pump
Sesuai namanya, triplex pump memakai triplex mechanism atau tiga proses, umumnya berbentuk tiga piston atau tiga plunger yang bekerja dalam silinder. Pompa tipe ini biasanya dipakai untuk mengalihkan cairan berat dengan tingkat viskositas tinggi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel