iklan header

Begini Tata Cara Shalat di Atas Kereta Api

Kereta api terhitung salah satunya alat transportasi yang kerap dipakai oleh warga. Sering saat diperjalanan dengan memakai kereta, beberapa penumpang berasa kebingungan bahkan juga tidak paham mengenai langkah melakukan shalat yang betul, kerap kita saksikan dalam kereta ada orang yang shalat dengan duduk dan menggerakkan badannya sebagai tanda peralihan rukun shalat yang sudah dilakukan.

Ada juga penumpang yang shalat sekalian berdiri dengan tutup jalan beberapa penumpang karena dalam kereta tidak meyediakan sarana untuk shalat, bahkan juga ada pula yang pilih tidak untuk melakukan shalat di kereta dengan keinginan mengqadla shalat di dalam rumah karena shalat di kereta dipandang terlampau repot.


Biasanya beberapa ulama memperkenankan sholat sunah di atas kendaraan. Tetapi mereka mewajibkan untuk turun dari kendaraan jika yang ditangani ialah sholat harus.

Jika mau tak mau lakukan sholat harus di atas kendaraan, karena itu ada persyaratan tertentu yang perlu disanggupi. Ustadz Ahmad Sarwat dalam buku Sholat di Kendaraan terbitan Rumah Fiqih Publishing menerangkan persyaratan sholat di atas kendaraan.

Ustadz Ahmad menerangkan, hadits-hadits mengatakan jika Rasulullah Nabi Muhammad SAW kerjakan sholat sunah di atas kendaraan yaitu di atas punggung unta. Tetapi Rasulullah turun dari kendaraan dan sholat di atas tanah menghadap ke kiblat saat kerjakan sholat fardhu.

Baca juga: Apakah Bahaya Main HP Saat Petir?

"Jika Nabi sholat fardhu di atas punggung unta, hal tersebut karena untuk turun ke atas tanah tidak bisa saja, karena waktu itu turun hujan yang membuat tanah jadi becek atau berlumpur," kata Ustadz Ahmad.

Tetapi, ada hadits Nabi lainnya di mana beliau memerintah Ja'far bin Abu Thalib yang naiki kapal laut saat berhijrah ke Habasyah untuk sholat harus di atas kapal laut. Tetapi sholatnya harus sekalian berdiri, terkecuali jika takut terbenam.

Karena itu beberapa ulama menjelaskan sholat harus jangan ditangani di atas kendaraan, terkecuali dengan tercukupinya persyaratan dan ketetapannya. Lalu bagaimanakah cara sholat di kereta yang benar, Ustadz Ahmad menerangkan persyaratan-syaratnya.


Berthaharah dengan Benar

Persyaratan syah sholat, baik sholat harus atau sholat sunah ialah suci dari hadas. Tidak syah sholat jika tidak pada kondisi suci dari hadas.

Karena itu seorang yang ada di atas kendaraan, jika akan lakukan sholat, harus berwudhu awalnya. Karena hadas kecil diangkat dengan berwudhu sepanjang masih tetap ada air. Jika air tidak ada dan telah usaha menelusurinya, karena itu bisa dilaksanakan tayamum.

Tetapi yang penting jadi perhatian jika di atas kendaraan masih tetap ada air seperti air minum atau kendaraannya mempunyai toilet, karena itu tayamum belum dikenankan. Beberapa ulama mengatakan sekurang-kurangnya ada enam hal yang memperkenankan tayamum, salah satunya tidak ada air, sakit, temperatur yang paling dingin, air yang tidak dapat dijangkau, jumlah air yang kurang cukup, dan habisnya waktu sholat.

Baca juga: 3 Mitos Bohong Tentang Memakai Charger Bukan Bawaan

Tetapi untuk kerjakan tayammum, kita perlu tanah. "Karena itu bertayamumlah kamu dengan tanah yang bagus (suci)." (QS An-Nisa: 43)

Beberapa ulama menjelaskan apa saja sebagai permukaan tanah, baik itu tanah merah, tanah liat, padang pasir, batu-batuan, aspal, semen, dan segala hal terhitung dalam kelompok tanah yang suci.

Sedang debu-debu yang tidak kelihatan melekat di beberapa benda di sekitar kita, tidak dibetulkan untuk jadi media untuk bertayamum . Maka jika di atas kendaraan seorang ingin bertayamum, karena itu ia harus bawa tanah sendiri.


Menghadap Kiblat

Antara ketidaksamaan di antara sholat harus dan sholat sunah ialah rukun persyaratan syah sholat harus menghadap ke kiblat. Sedang untuk ketetapan sholat sunah, Allah SWT memberikan kemudahan hingga bisa ditangani walau kita lagi ada di atas punggung unta dan tidak menghadap kiblat. Dasarnya ialah hadits ini.

Baca juga: Cara Mengatasi Smartphone Tidak Bisa Terhubung Dengan WiFi

"Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahuanhu jika Rasulullah SAW sholat di atas kendaraannya, menghadap kemana saja kendaraannya itu menghadap. Tetapi jika sholat yang fardhu, beliau turun dan sholat menghadap kiblat." (HR. Bukhari).

Itulah sepintas pembahasan tentang tata cara sholat di kereta api. Sehingga bisa kita ambil kesimpulan bahka jika sholat di kereta api bisa dilaksanakan dengan berdiri dan penuhi persyaratan dan rukun shalat yang ada. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel