Pengenalan OSI Layer

OSI Layer ialah standar komunikasi yang diterapkan untuk sebuah jaringan komputer. Standar ini berfungsi untuk memastikan ketentuan-ketentuan sebuah alat komunikasi agar bisa saling terhubung melalui jaringan internet.

Saat sebelum lebih jauh kita mangulas tentang OSI Layer, baiknya kita memahami dahulu apa itu protokol jaringan? Protokol dapat diartikan sebagai sebuah sistem peraturan yang memugkinkan terciptanya koneksi, komunikasi, serta perpindahan informasi antara komputer satu dengan komputer yang lainnya. Ketentuan tersebut wajib dipenuhi oleh pengirim dan juga penerima supaya komunikasi antar keduanya dapat berlangsung dengan baik.



Sederhananya, protokol merupakan media yang digunakan buat menghubungkan pengirim serta penerima. Protokol bisa diterapkan pada sebuah hardware maupun software.

Open System Interconnection (OSI)

Badan International Standart Organization( ISO) membuat standarisasi protokol model Open System Interconnection (OSI). Model OSI ini manjadi rujukan serta konsep dasar teori tentang metode kerja suatu protokol.

Baca juga: 5 Perintah Dasar Linux yang Paling Sering Digunakan

Tujuan dari dikembangkannya OSI Layer agar supaya komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efektif. Protokol ini memungkinkan sesuatu aplikasi komputer dapat berpindah ke komputer yang lainnya melalui jaringan internet.


Menurut dokumen X.200,  Open System Interconnection (OSI) memiliki 7 layer diantaranya:

1. Application Layer (Layer 7)

Merupakan lapisan yang memungkinkan terjadi interaksi antarmuka end user dengan aplikasi yang bekerja menggunakan jaringan, pada lapisan ini juga dilakukan pengaturan bagaimana sebuah aplikasi bekerja menggunakan jaringan, selanjutnya memberikan pesan jikalau terjadi kesalahan. Sebagian service serta protokol yang terletak di layer ini misalnya HTTP, FTP, SMTP, dll.



Pada Application Layer ini juga bertanggungjawab atas terjadinya pertukaran informasi antara program komputer, seperti e-mail, dan service yang lainnya seperti server printer.

2. Presentation Layer (Layer 6)
   
Presentation Layer ini bekerja dengan mentranslasikan format data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang bisa ditransmisikan oleh jaringan. Pada layer ini juga data akan di-enkripsi atau di-deskripsi.



Pada layer ini juga bertanggung jawab dalam urusan pengkodean dan konversi data dari layer diatasnya serta bertanggung jawab serta memastikan semua data yang berasal dari layer 7 (application layer) dapat dibaca.

Baca juga: Cara Setting Mikrotik Dasar Lengkap Dengan Winbox

3. Session Layer (Layer 5)


Session layer akan mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Di layer ini ada protocol Name Recognition,NFS & SMB. Selain itu, layer ini juga bertugas untuk membentuk, mengatur, serta memutuskan sesi komunikasi antara entitas presentation layer.

4. Transport Layer (Layer 4)

Pada lapisan Transport Layer ini akan melakukan pemecahan sebuah data ke dalam bentuk paket-paket serta memberikan nomor urut pada masing-masing paket data tersebut sehingga dapat disusun kembali ketika sudah sampai tujuan.



Selain itu, pada Transport Layer ini, akan menentukan protokol yang akan digunakan untuk mentransmisi data, misalkan protokol TCP. Protokol ini akan mengirimkan paket data, sekaligus akan memastikan bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang atau rusak di tengah jalan.

Baca juga: Template Login Mikrotik Responsive Gratis

5. Network Layer (Layer 3)



Pada Network layer ini akan dibuatkan header pada masing-masing paket yang berisi informasi IP, baik IP pengirim data maupun IP tujuan data. Pada kondisi tertentu, Network layer ini juga akan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

6. Data-link Layer (Layer 2)

Data Link Layer ini befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.



Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti MAC Address, serta menetukan bagaimana perangkat seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

7. Physical Layer (Layer 1)

Pada Physcal Layer ini berkerja dengan mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan seperti Ethernet, topologi jaringan dan pengabelan.



Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana sebuah kartu jaringan atau NIC dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Proses pengiriman data melewati tiap layer ini bisa kita analogikan seperti ketika kita mengirim surat. Isi surat adalah data yang akan kita kirim melalui proses pada layer 7 sampai dengan layer 5. Kemudian sesuai standart pengiriman, isi surat tersebut kita masukkan kedalam sebuah amplop pada layer 4. Kemudian agar surat kita bisa terkirim, maka melalui proses pada Layer 3, yaitu ditambahkan alamat pengirim dan penerima surat. Selanjutnya masuk ke tahap Layer 1 dan Layer 2 yaitu surat tersebut kita serahkan ke pihak ekspedisi untuk diantarkan ke tujuan.

Demikianlah artikel tentang Pengenalan OSI Layer, semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel